SF Hariyanto, Gubernur Pertama di Indonesia yang Raih ASEAN Engineer

Riau32 Dilihat

NEWRIAU.COM, BANDUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Ir H SF Hariyanto MT IPU ASEAN Eng, memperoleh pengakuan profesional tingkat regional sebagai ASEAN Engineer (ASEAN Eng) dalam rangkaian kegiatan Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/10/2026).

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Provinsi Riau sekaligus menandai semakin kuatnya eksistensi dan daya saing insinyur Indonesia dalam komunitas keinsinyuran tingkat ASEAN. Dengan capaian tersebut, SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai gubernur pertama di Indonesia yang memperoleh gelar ASEAN Engineer.

ASEAN Engineer merupakan pengakuan profesional keinsinyuran tingkat regional yang diberikan melalui ASEAN Engineering Register (AER) di bawah naungan ASEAN Federation of Engineering Organisations (AFEO). Pengakuan ini diperuntukkan bagi insinyur yang memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, pengalaman profesional, pengembangan keprofesian berkelanjutan, serta etika keinsinyuran.

Gelar ASEAN Engineer bukan sekadar penambahan gelar profesional, melainkan representasi kredibilitas, kapasitas, dan pengalaman seorang insinyur dalam menjalankan tanggung jawab keinsinyuran. Pengakuan tersebut juga memperluas peluang jejaring profesional dan kolaborasi antarinsinyur di kawasan ASEAN, meskipun tidak secara otomatis menjadi izin praktik di seluruh negara anggota.

Dalam momentum tersebut, SF Hariyanto didampingi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ir Ulul Azmi ST MSi CST IPM ASEAN Eng, Sekretaris PII Wilayah Riau, Ir Angga Islam Darmawan, jajaran pengurus cabang PII se-Provinsi Riau, serta Dewan Penasihat PII Wilayah Riau, Ir H Irving Kahar Arifin ME IPU ASEAN Eng.

Ketua PII Wilayah Riau, Ulul Azmi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan SF Hariyanto memperoleh pengakuan ASEAN Engineer merupakan bukti bahwa kepemimpinan pemerintahan dapat berjalan beriringan dengan kompetensi dan profesionalisme keinsinyuran.

“Ini merupakan kebanggaan besar bagi masyarakat Riau, khususnya keluarga besar Persatuan Insinyur Indonesia. Bapak SF Hariyanto telah menunjukkan bahwa seorang pemimpin daerah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga kompetensi profesional yang diakui secara regional. Ini menjadi teladan bagi seluruh insinyur di Provinsi Riau dan Indonesia,” kata Ulul Azmi, Selasa (20/10/2026).

Ulul Azmi menegaskan bahwa pengakuan ASEAN Engineer yang diraih SF Hariyanto memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah, terutama dalam mendorong penguatan sumber daya manusia keinsinyuran, peningkatan kualitas infrastruktur, pengembangan industri, serta percepatan transformasi teknologi.

“PII Wilayah Riau terus mendorong peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, pemenuhan legalitas praktik keinsinyuran melalui STRI dan SKIP sesuai ketentuan, serta percepatan Indeks Keinsinyuran Daerah. Dengan semakin banyaknya insinyur Riau yang memperoleh pengakuan nasional dan internasional, kita optimistis kualitas pembangunan dan daya saing daerah akan semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut Ulul Azmi, pencapaian tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan dunia industri dalam membangun ekosistem keinsinyuran yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Sementara itu, kehadiran Dewan Penasihat PII Wilayah Riau, Ir H Irving Kahar Arifin ME IPU ASEAN Eng bersama jajaran pengurus PII Wilayah Riau menjadi bentuk dukungan organisasi terhadap pengembangan profesionalisme dan pengakuan kompetensi insinyur Riau di tingkat internasional.

CAFEO merupakan forum keinsinyuran regional yang mempertemukan organisasi profesi, praktisi, akademisi, serta pemangku kepentingan keinsinyuran dari berbagai negara anggota ASEAN. Forum ini menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, inovasi teknologi, dan pengembangan kompetensi profesional guna menjawab tantangan pembangunan kawasan.

PII Wilayah Riau berharap pencapaian SF Hariyanto dapat menginspirasi semakin banyak insinyur di Riau untuk meningkatkan kualifikasi profesi hingga memperoleh pengakuan regional maupun internasional.

“Insinyur Riau harus naik kelas. Tidak cukup hanya memiliki gelar akademik, tetapi harus memiliki kompetensi, legalitas, integritas, dan pengakuan profesional. Dari Riau untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk ASEAN serta dunia. Inilah semangat yang terus kita bangun melalui PII Wilayah Riau,” tutup Ulul Azmi. (*/mcr)