NEWRIAU.COM, PEKANBARU - Tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Riau terus diperkuat dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi bendahara koperasi agar mampu menjalankan pengelolaan keuangan secara profesional, tertib, dan akuntabel.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Taufiq OH, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan melalui dukungan Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi Tahun Anggaran 2026. Program ini secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kemampuan para bendahara KDKMP dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
"Kegiatan pelaksanaan ini melalui Dana Dekonsentrasi Kementerian Koperasi kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau Tahun Anggaran 2026. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya para bendahara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKM) di Provinsi Riau," ujar Taufiq OH, Senin (19/10/2026).
Dijelaskannya, pelatihan yang dipusatkan di Hotel Bono, Jalan Riau, Kota Pekanbaru, diikuti 138 peserta dari tujuh kabupaten/kota. Peserta tersebut berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Indragiri Hilir.
"Total peserta di Hotel Bono sebanyak 138 orang yang berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Indragiri Hilir. Adapun peserta dari kabupaten/kota sisanya mengikuti pelatihan di Hotel Angkasa," jelasnya.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 19-22 Oktober 2026. Pembagian lokasi kegiatan menjadi dua tempat dilakukan untuk mengakomodasi peserta dari berbagai kabupaten/kota di Riau sehingga pelaksanaan peningkatan kompetensi dapat menjangkau lebih banyak bendahara koperasi.
"Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, terhitung mulai tanggal 19 hingga 22 Oktober 2026, bertempat di Hotel Bono, Jalan Riau, Kota Pekanbaru," ungkap Taufiq OH.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pengelolaan keuangan koperasi. Materi tersebut mencakup penyusunan laporan keuangan koperasi, perpajakan koperasi, serta uji kompetensi bendahara sebagai bagian dari proses pengukuran kemampuan peserta.
Menurutnya, pemahaman terhadap penyusunan laporan keuangan menjadi aspek penting agar setiap transaksi koperasi dapat dicatat dan dilaporkan secara tepat. Sementara itu, pemahaman perpajakan diperlukan untuk membantu bendahara memenuhi kewajiban administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Nah, jadi materi yang akan diberikan kepada peserta yaitu penyusunan laporan keuangan koperasi, perpajakan koperasi, uji Kompetensi bendahara. Inilah bekal mereka," terangnya.
Selain pembekalan materi, pelaksanaan uji kompetensi menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Melalui pengujian ini, kemampuan peserta diharapkan dapat dinilai secara terukur sehingga mereka memiliki bekal yang memadai untuk menjalankan fungsi bendahara dalam mendukung operasional KDKMP.
Taufiq berharap para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pengetahuan. Ia juga mengingatkan pentingnya menyerap materi yang diberikan agar dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan koperasi di masing-masing desa dan kelurahan.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi bendahara merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola KDKMP yang lebih baik di Provinsi Riau. Dengan dukungan SDM yang kompeten, pengelolaan keuangan koperasi diharapkan semakin tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu mendukung keberlanjutan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga seluruh peserta bisa memanfaatkan dan menyerap ilmu sebaik-baiknya," pungkasnya. (*/mcr)






