NEWRIAU.COM, PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyoroti pola kerja di Pemerintah Kota Pekanbaru yang masih monoton dan minim inovasi. Ia pun menolak praktik "copy-paste" dalam program kerja. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong untuk menghadirkan gagasan baru.
"Kalau tidak bisa, banyaklah bertanya. Kalau perlu, lakukan forum diskusi dengan kampus atau akademisi yang mampu memberikan masukan untuk membangun Pekanbaru," ucap Agung usai memimpin serah terima jabatan para pejabat eselon II dan III di lapangan upacara Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (25/o8/2025).
Lebih lanjut, ia menyarankan agar pemko berani belajar dari daerah lain yang lebih maju dalam mengelola pembangunan. Jadi, tidak ada kata malu untuk belajar.
"Tidak ada kata malu untuk meniru, jika itu hal yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat," jelas Wako Agung.
Dalam arahannya, ia juga mengingatkan ASN, tenaga harian lepas (THL), hingga pejabat pemerintah agar menjadi teladan bagi masyarakat. Ia menilai perilaku aparatur akan berpengaruh langsung terhadap sikap warga.
"Kalau pejabatnya membuang sampah sembarangan, bagaimana masyarakat bisa disiplin membuang sampah pada tempatnya? Kalau pejabatnya tidak salat di masjid, bagaimana anggotanya dan masyarakat bisa ikut menunaikan ibadah?" tutur Agung.
Pemko Pekanbaru tidak akan membuat aturan yang memaksa ASN untuk beribadah di masjid. Namun, ia mengajak agar setiap pejabat maupun pegawai mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, integritas, dan kehidupan bermasyarakat. "Apa pun yang saya sampaikan adalah demi kebaikan kita bersama," ucapnya.
Agung juga menekankan pentingnya kerja sama antar OPD dalam menyukseskan program pembangunan. Diharapkan, setiap OPD tidak lagi bekerja sendiri tanpa berkolaborasi.
"Tidak ada lagi rapat hanya untuk satu OPD saja. Semua kegiatan sejatinya saling berkaitan," pungkasnya. ***